Menyantap Bale Udang Mang Engking

IMG_5127

 

Presenting the Touch of Village in a Very Delicious Local Culinary

Ingin menikmati pengalaman kuliner lokal dengan balutan panorama yang teduh dan segar di tengah hiruk pikuk jalur bisnis dan eksotika pariwisata Kuta dan Denpasar? Bale Udang Mang Engking punya jawabannya.

 

Arahkan tujuan Anda ke Jalan Nakula No.88 Sunset Road-Kuta. Anda akan terkaget-kaget menemukan sebuah rumah makan dengan tampilan tradisional ala pedesaan di jalur Denpasar-Kuta yang super sibuk itu. Seperti menemukan sebuah oase segar di sela-sela atmosfer tropis Bali yang panasnya kian menjadi-jadi. Bale Udang Mang Engking pun menawarkan alternatif pengalaman berkuliner dengan menonjolkan nuansa alam pedesaan serta hidangannya yang ramah dengan lidah lokal kita.

Siapa yang tak pernah mendengar nama besar rumah makan Mang Engking? Saking populernya, rumah makan ini menjadi sebuah franchise yang tersebar di beberapa titik di Jawa dan kini Bali pun salah satunya. Rumah makan Mang Engking pertama kali mengawali eksistensinya di Jogjakarta yang benar-benar menekankan pengalaman kuliner yang begitu tradisional. Entah itu dari hidangan maupun arsitekturnya.

Avilla Management yang bergerak dalam bidang hospitality menjalin kerjasama dengan Mang Engking untuk membawa seluruh pengalaman kuliner Nusantara ala Gubuk Mang Engking tersebut ke Bali. “Disini, Gubuk Makan Mang Engking memberikan support dari sisi dapur. Sementara Avilla yang mengelola operasionalnya secara keseluruhan” ungkap Henry Setiono, Direktur Avilla. Bali pun menjadi destinasi yang cocok dengan tema Gubuk Mang Engking yang mengangkat lokalitas dan keunikan budaya sebagai daya tarik utama.

Pemilihan lokasi pun tak sembarangan. Meski Jalan Nakula merupakan jalan tembus antara Sunset Road dan Imam Bonjol. Namun jalur ini tidak terlampau crowded seperti jalan utama. Hal ini juga membantu dalam mengoptimalkan suasana nyaman dan tenang. Selain itu, pengunjung pun akan sangat mudah mengakses jalur ini dan tidak terjebak oleh kemacetan.

Embel-embel Udang

Berdiri sejak 2009 lalu, Avilla memilih untuk berinovasi dengan menyisipkan co-brand Bale Udang Mang Engking. Ya, sekilas menyimak namanya saja, dengan begitu mudah kita menebak kalau hidangan primadona di Mang Engking Bali adalah udang. Secara etimologi, Bale dalam bahasa Bali maupun Sunda artinya Gubuk atau Saung. Pada dasarnya, udang merupakan hidangan andalan yang sudah lama menjadi salah satu trademark Gubuk Mang Engking. Namun Bale Udang Mang Engking ingin lebih mengoptimalkan popularitas racikan menu udang ala Mang Engking dengan menonjolkannya sebagai ikon utama di Bali. Ini pula yang membuat Bale Udang Mang Engking memiliki karakteristik berbeda dengan Gubuk Mang Engking lainnya.

IMG_5092IMG_5122IMG_5142Di sini, hasrat kuliner Anda akan terpuaskan dengan berbagai menu olahan udang. Satu menu utama yang sering dielu-elukan adalah Hurang Ageung. Dalam satu paket besar Hurang Ageung, Anda dapat menikmati seluruh kreasi menu olahan udang yang diracik Bale Udang Mang Engking. Anda dapat mencicipi kelezatan udang bakar keju, udang leker dengan saus homemade-nya, udang goreng tepung riuh kriuk di lidah, udang bakar kecap serta udang rebus yang sensasinya menggigit. Tak ketinggalan udang bakar madu yang juga merupakan salah satu hidangan pamungkas di Bale Udang Mang Engking. Tidak hanya itu, tumis toge dan tumis kangkung khas Indonesia juga menghiasi nikmatnya berbagai olahan udang dalam satu menu Hurang Ageung. Oleh karena porsinya yang cukup besar, maka Hurang Ageung lebih nikmat jika disantap bersama keluarga, rekan atau kelompok. Cukup nekat jika mesti menghabiskannya seorang diri.

Bale Udang Mang Engking juga tak melupakan hidangan original Mang Engking yang tersohor semisal Gurame Cobek dengan kombinasi gurih dan pedas hingga Iga Penyet yang maknyusnya menggelegar. Selain olahan udang dan menu khas Mang Engking, kelebihan Bale Udang Mang Engking adalah sajian menu lokalnya yang variatif. Anda masih bisa menemukan nasi goreng, sup buntut, karedok, lalapan hingga sambel terasi. Menu Ayam Kintamani dengan bumbu kecapnya yang meresap pun turut menjadi idola di Bale Udang Mang Engking. Untuk urusan minuman, mereka punya racikan Es Sarang Singaraja yang notabene es campur dengan taburan rumput laut. Bagi yang menginginkan kesegaran berlebih, Es Kelapa Muda juga bisa jadi alternatif kenikmatan minuman lokal.

Sensasi Pedesaan

IMG_5108

Merujuk dari tampilan arsitekturnya, Bale Udang Mang Engking terinspirasi dari konsep arsitektur tradisional Indonesia khas pedesaan yang menggunakan material bambu dan atap alang-alang sebagai daya tarik utama. Sesuai dengan namanya, bangunan area makan pun sengaja dibuat dengan konsep bale-bale bambu yang tersebar mengelilingi kolam ikan. Semetara itu bale utamanya berada di tengah-tengah yang mampu memuat kapasitas seratus lebih pengunjung. Gubuk-gubuk kecil yang mengitarinya terdapat sekitar 12 buah.

Arsitektur dan interiornya mengawinkan unsur Sunda dan Bali sebagai sebuah kolaborasi apik. Kolam ikannya pun sangat luas, dimana hampir menyerupai sebuah danau yang penuh ketenangan. Di setiap sudut dihiasi pepohonan yang menambah rindang dan kesejukan kala menyantap kuliner lokal ala Bale Udang Mang Engking. Semuanya terkonsep dengan detail-detail yang estetik. Bale Udang Mang Engking benar-benar sukses menciptakan nuansa pedesaan di tengah-tengah kepenatan kota.

Bale Udang Mang Engking memiliki kapasitas tempat duduk kurang lebih untuk 400 orang di berbagai area dari ruang makan utama, area dek, bale kolam, bale taman, dan di ruang pertemuan. Fasilitas berupa area parkir yang luas, toko oleh-oleh, musholla, dan yang kini tengah dibangun adalah function room dengan kapasitas lebih dari 100 orang dan kids playground yang cukup besar. Bagi Anda yang ingin melakukan pertemuan dengan klien, Bale Udang Mang Engking juga menyediakan ruang meeting beserta kelengkapannya.

Menurut Henry Setiono, target market Bale Udang Mang Engking itu sendiri ialah menyentuh ke seluruh segmen baik dari keluarga, corporate, hingga turis lokal maupun internasional. Semua market yang ingin mengalami citarasa kuliner Indonesia yang lezat dengan nuansa alam pedesaan ada di sini. “Visi kami adalah menjadikan Bale Udang Mang Engking sebagai Must Visit Indonesian Restaurant in Bali” tambahnya.

Kini berkat berada dalam asuhan Avilla Management, Bale Udang Mang Engking akan segera memperluas ekspansinya ke daerah Ubud. Suasana Ubud yang teduh, asri dan kental dengan seni dan budaya Bali, apalagi didukung dengan pemandangan sawah dan gunungnya yang elok. “Dengan lahan dua kali lebih luas, Bale Udang Mang Engking diharapkan menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Ubud” pungkas Henry.

 

=======================================

 

Interview With Henry Setiono, Direktur Avilla

Ditemui di kawasan Bale Udang Mang Engking, Henry Setiono selaku direktur Avilla yang juga pengelola Bale Udang Mang Engking. Menceritakan bagaimana perusahaan kuliner ini pertama kali berdiri, kepada Putera Adnyana, reporter Money & I, pria kawakan ini memaparkan strategi pengembangan usaha ini yang terus melejit.

 

Bagaimana awalnya restaurant ini berdiri?

Restoran Bale Udang Mang Engking dibentuk dari kerjasama antara Avilla Management dan Mang Engking. Gubug Makan Mang Engking memberikan support dari sisi dapur sementara Avilla Management mengelola operational secara keseluruhan. Avilla sendiri bergerak dibidang hospitality management. Sementara ini Avilla mengelola 9 hospitality berupa villa complex, apartment, hotel, spa, dan di restaurant. Antara lain: Le Jardin Villas, Kokonut Suites, Berry Hotel, Bliss Wayan Hotel, Cozy Stay, Legian Loft, Berry Amour, dan Bale Udang. Semua berlokasi di Bali. Keunikan kami adalah setiap properti yang kami kelola menpunyai konsep dan karakter yang berbeda-beda. Di desain untuk memberikan pengalaman yang berkesan dan berbeda bagi tamu-tamu kami. Membahagiakan tamu-tamu adalah misi utama dan esensi dari hospitality service. Merupakan kehormatan bagi kami jika tamu-tamu mau meluangkan waktu bersama kami dan menikmati momen-momen yang membahagiakan bersama kami.

 

Kapan tepatnya restauran ini berdiri?

Berdiri di Bali sejak 2009. Kami, Avilla Management awalnya bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan hotel ini berkeinginan untuk berkembang di bidang hospitality.  Selain hotel juga restoran dan spa dengan tujuan dapat saling melengkapi dan menjadi satu kolaborasi yang utuh dalam memberikan pengalaman hospitality yang lengkap dan berkualitas bagi tamu-tamu kami.

 

Kenapa memilih tempat di Bali?

Bali merupakan salah satu pulau tujuan wisata yang diakui dunia. Didukung budaya Bali yang unik, religius dan bersahabat, diperkaya dengan kontribusi expatriat yang tinggal di Bali menghasilkan budaya Bali yang international sekaligus menjadikan kekuatan lokalitas sebagai daya saing utama. Tantangan konsep Bale Udang Mang Engking adalah menciptakan produk lokal yang berkualitas sekaligus memberikan pengalaman yang unik bagi konsumen lokal sekaligus konsumen international untuk mengenal budaya kita.

 

IMG_5075Jika melihat lokasi, letaknya di jalan Nakula, apakah ini ideal?

Lokasi yang ideal untuk konsep Bale Udang dalam pemikiran kami awalnya adalah harus mudah diakses dari area Kuta maupun Denpasar dan bukan jalan utama agar dapat memberikan ketenangan dan tidak crowded sehingga suasan yang tercipta dapat maksimal. Jalan Nakula merupakan lokasi yang tepat karena merupakan jalan tembus antara Sunset Road dan Imam Bonjol. Akses dari Kuta maupun Denpasar sangat mudah dan cepat pencapaiannya.

 

Apa yang membedakan Mang Engking di Bali dengan Mang Engking di daerah lainnya? Konsepnya seperti apa? Bisa digambarkan!

Di Bali, Mang Engking co-brand dengan Avilla Management dengan nama Bale Udang Mang Engking. Bale dalam bahasa Bali maupun Sunda artinya gubug/saung. Bale Udang merupakan restoran Indonesia dengan konsep alam pedesaan dengan menu spesial udang. Kami bukan hanya sebuah tempat makan tetapi sebuah pengalaman hospitality yang lengkap mulai dari makanan, pelayanan dan suasana yang memberikan nilai tambah yang berkesan bagi tamu-tamu kami.

 

Bagaimana dengan target customernya?

Target market Bale Udang Mang Engking adalah ke semua segment dari keluarga, corporate, dan turis lokal maupun international. Semua market yang ingin experience citarasa Indonesia yang lezat dengan nuansa alam pedesaan.

 

Ada embel-embel balai Udang, kenapa udang?

Visi Bale Udang Mang Engking menjadi Must visit Indonesian Restaurant in Bali. Olahan menu udang segar adalah speciality dari pada Bale Udang Mang Engking. Kami menyediakan berbagai macam menu makanan dengan bahan udang.

 

Menu andalan apa saja yang paling sering dipesan oleh pelanggan?

Udang Bakar Madu, Gurame Cobek, Ayam Kintamani, dan sambel Trasi. Dijamin maknyus yang suka pedas.

 

Arsitekturnya menarik, bisa terangkan konsep interior dan arsitekturnya?

Arsitektur dikreasikan dari ide arsitektur Indonesia tradisional pedesaan dengan bahan utama bambu dan atap alang-alang. Sesuai dengan namanya maka area makan selain terdiri dari bangunan utama juga terdiri dari Bale-bale bambu yang tersebar diatas mengelilingi kolam ikan di tengah-tengahnya. Elemen kolam ikan seperti danau kecil, bambu dan alang-alang, serta taman, keseluruhan sebagai kesatuan menciptakan nuansa yang unik menemani santapan udang tamu-tamu.

 

Adakah program-program khusus yang diluncurkan Mang Engking untuk pelanggannya?

Tiap tahun kami mengadakan banyak event mulai dari tahun baru, Imlek, valentine, Paskah, photo kontes, liburan sekolah, Ramadhan, lomba resep dan lain-lain. Misalnya di Imlek terdapat atraksi barongsai yg disukai oleh anak-anak. Paskah diadakan lomba menghias telur. Spesial menu buka puasa pada saat Ramadhan. Kami terus berupaya agar Bale Udang Mang Engking menjadi tempat pilihan untuk menjadi tempat berekreasi untuk para tamu kami.

 

Saat ini, apa saja fasilitas dan berapa jumlah karyawan di restauran ini?

Kapasitas duduk Bale Udang Mang Engking sebanyak hampir 400 orang di berbagai area dari ruang makan utama, area dek, bale kolam, bale taman, dan di ruang pertemuan. Fasilitas yang ada saat ini berupa parkir yang luas, toko oleh-oleh, musholla, dan yang sekarang lagi dibangun function room dengan kapasitas lebih dari 100 orang dan kids playground yang cukup besar. Kami sedang mengembangkan Bale Udang Mang Engking yang kedua di Ubud di lahan dua kali lebih luas daripada sekarang. Dengan pemandangan sawah dan gunung, Bale Udang Mang Engking ini diharapkan akan menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Ubud.

 

banner 468x60

Related Posts